MENU
FAST RESPONSE - CV BAILEYNDO WIJAYA TEKNIK | (024) 6582457 (Billy) - (031) 33525377 (Karina) - (0298) 432579 Beni
 
 
FAST RESPONSE - CV BAILEYNDO WIJAYA TEKNIK | (024) 6582457 (Billy) - (031) 33525377 (Karina) - (0298) 432579 Beni
 

DETAIL PRODUK

DETAIL PRODUK
Klik pada foto untuk memperbesar
fingerprint ZKTeco VC337 Stok Kosong

fingerprint ZKTeco VC337

Mesin absen sidik jadi atau biasa di sebut fingerprint  adalah perangkat otentikasi yang menggunakan identitas biometric dari penggunanya. Sesuai dengan namanya, dapat di definisikan sebagai alat khusus untuk mendeteksi sidik jari penggunanya. Fingerprint mulai banyak digunakan secara terintegrasi dengan notebook dan beberapa perangkat pendukung lainnya. Keberadaan fingerprint mempermudah proses login karena penggunanya tidak perlu mengingat nama user dan password.

Spesifikasi

– 3000 kapasitas sidik jari
– 100.000 log transaksi
– LAyarDisplay 3inch TFT Screen (colour)
– Comm TCP/IP,RS232/485,USB client
– Fungsi optional Webserver,printer,id,Mifare, HID.
– Hight verification, speed and accuracy
– Garansi 1 tahun.

Kelebihan dan Kekurangan menggunakan sitem sidik jari

KELEBIHAN analisa sidik jari, yakni:

  • Memiliki tingkat akurasi lebih tinggi untuk mengukur beberapa kecerdasan yang bersifat genetik, karena analisa sidik jari mengukur berdasarkan metode penilaian secara genetik (nature), dari setiap pola dan alur sidik jari seseorang. Berbeda dengan test IQ yang mengukur kecerdasan intelegensi pesertanya berdasarkan hasil stimulasi (nurture) yang telah dilaluinya sampai dengan saat tes dilakukan.
  • Bersifat permanen, analisa ini hanya perlu dilakukan satu kali seumur hidup, karena pola sidik jari dan titik ATD pada telapak tangan seseorang tidak akan pernah berubah.
  • Prosesnya simple, praktis, efisien dan aplikatif. Dapat dilakukan untuk segala usia, segala kondisi, dan waktu yang relatif singkat. Analisa sidik jari tidak memerlukan tes tertulis atau tanya jawab yang seringkali membuat cemas pesertanya.

KEKURANGAN analisa sidik jari, yakni:

  • Tidak bisa mengukur kondisi faktual kemampuan seseorang yang berubah-rubah, karena selain genetik, kecerdasan seseorang sangat dipengaruhi oleh stimulasi dan lingkungannya.
  • Tidak bisa digunakan sebagai alat pembanding kecerdasan seseorang dengan orang lain. Karena setiap manusia memiliki keunikan dan kecerdasan yang berbeda, dengan tingkat optimalisasi yang berbeda pula. Bila tujuannya adalah menyeleksi dalam rangka mencari yang terbaik, maka analisa ini kurang dapat diaplikasikan.
  • Kami tidak bisa mendeteksi peserta dengan keadaan tertentu seperti, kondisi jari yang kurang lengkap dan pola sidik jari yang rusak, walaupun hal ini jarang sekali terjadi.